BANDUNG, AKSARA JABAR — Wajah-wajah penuh percaya diri memenuhi Mall Bandung Indah Plaza (BIP), Sabtu (15/8/2026). Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para perempuan dari berbagai latar belakang datang bukan sekadar untuk belajar merias, meracik minuman, atau mengikuti kompetisi. Mereka datang membawa satu tujuan: mengubah keterampilan menjadi masa depan. Semangat itu menjadi ruh Workshop Nasional Pagelaran Rias Nusantara, SPA & Barista 2026, sebuah program yang digagas Rani Sintiawati, M.Pd., Dipl. Cidesco, Direktur LK-LPK Karya Jelita sekaligus Ketua DPD ASTI Jawa Barat. Berbeda dari kegiatan pelatihan pada umumnya, acara ini mencoba membangun jembatan yang lebih panjang. Peserta tidak hanya diajak bisa, tetapi juga diarahkan untuk kompeten, tersertifikasi, profesional, mandiri, dan siap memasuki pasar kerja maupun membangun usaha sendiri. Bandung Dorong Perempuan Siap Mendunia Lewat Pagelaran Rias Nusantara 2026 Merdeka Bukan Hanya Dirayakan, tetapi Diciptakan Semangat kemerdekaan dalam kegiatan ini diterjemahkan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kemerdekaan dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk memiliki pilihan atas masa depannya. Memiliki keahlian. Memiliki pekerjaan. Mampu membangun usaha. Mampu menghasilkan pendapatan. Dan yang tidak kalah penting, mampu berdiri dengan kompetensinya sendiri. Itulah sebabnya keterampilan menjadi kata kunci dalam kegiatan yang mempertemukan dunia kecantikan, SPA, barista, pendidikan, sertifikasi, kewirausahaan, pariwisata, hingga industri kreatif. Bandung Dorong Perempuan Siap Mendunia Lewat Pagelaran Rias Nusantara 2026 Dari Cermin ke Dunia Profesional Pagelaran Rias Nusantara menjadi salah satu magnet utama acara. Para peserta menampilkan kreativitas tata rias, busana dan styling dengan mengangkat kekayaan budaya Indonesia. Sentuhan tradisional dipadukan dengan kreativitas modern sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya menarik untuk dilihat, tetapi memiliki potensi dikembangkan sebagai bagian dari industri kreatif. Di sinilah pesan penting kegiatan tersebut terlihat. Budaya tidak harus berhenti menjadi warisan. Budaya bisa menjadi karya. Karya bisa menjadi profesi. Dan profesi bisa menjadi sumber penghasilan. Peserta juga memperoleh sertifikat kompetensi yang diharapkan dapat memperkuat posisi mereka ketika memasuki dunia profesional ataupun mengembangkan usaha. Dari Skill Menjadi Profesi, Bandung Dorong Perempuan Siap Mendunia Lewat Pagelaran Rias Nusantara 2026 Perempuan Harus Berani Naik Kelas Sesi motivasi yang disampaikan Indri Rindani, Dewan Kota Bandung, menjadi salah satu bagian yang menguatkan perspektif pemberdayaan perempuan. Peserta didorong untuk tidak takut meningkatkan kapasitas diri dan berani mengambil peran dalam pembangunan, dunia kerja maupun kewirausahaan. Sebab, tantangan perempuan hari ini bukan hanya bagaimana memiliki keterampilan, tetapi bagaimana keterampilan tersebut mampu memberikan nilai ekonomi dan kemandirian. Pesan tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia kerja bergerak cepat dan persaingan semakin terbuka. Bandung Dorong Perempuan Siap Mendunia Lewat Pagelaran Rias Nusantara 2026 Satu Panggung, Banyak Sektor Menariknya, kegiatan ini tidak berjalan dalam ruang yang terpisah-pisah. Melalui talkshow lintas sektor, berbagai unsur pemerintah, dunia pendidikan, organisasi profesi, dunia usaha dan mitra pendukung dipertemukan dalam satu forum. Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dinas Tenaga Kerja, DPP ASTI, KADIN, serta sejumlah mitra berbagi perspektif mengenai pendidikan, kompetensi, sertifikasi, peluang kerja, industri pariwisata hingga pengembangan kewirausahaan. Dukungan dari Mall Bandung Indah Plaza (BIP), Travel Mampuh dan Koperasi Merah Putih Samoja Kota Bandung turut menjadi bagian dari kolaborasi kegiatan. Kolaborasi tersebut menunjukkan satu hal: menciptakan SDM unggul membutuhkan kerja bersama. Rani Sintiawati Rani: Skill Harus Punya Nilai Jual Bagi Rani Sintiawati, memiliki keterampilan merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah bagaimana keterampilan tersebut memiliki standar kompetensi dan mampu menjadi pintu masuk menuju dunia kerja maupun usaha. “Kami ingin peserta tidak hanya memiliki skill, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui sertifikasi, keberanian membangun usaha, serta kesiapan memasuki dunia kerja. Harapannya, keterampilan yang mereka miliki dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan bahkan membuka peluang hingga mendunia.” Salah satu rangkaian acara yang memberikan inspirasi bagi para peserta adalah sesi motivasi mengenai kiprah dan peran perempuan dalam pembangunan, dunia kerja, serta kewirausahaan yang disampaikan oleh Dewan Kota Bandung, Ibu Indri Rindani. Dalam sambutannya, Ibu Indri Rindani memberikan motivasi kepada para peserta agar perempuan terus berani meningkatkan kapasitas diri, memiliki keterampilan, membangun kemandirian ekonomi, serta mengambil peran lebih besar dalam keluarga maupun masyarakat. Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan semangat kegiatan yang mendorong peserta untuk menjadikan keterampilan bukan sekadar hobi, tetapi sebagai kompetensi profesional, peluang kerja, dan peluang usaha yang dapat dikembangkan hingga tingkat internasional. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan dalam sebuah konsep sederhana: Skill tanpa arah hanya menjadi kemampuan. Skill dengan kompetensi menjadi profesi. Profesi dengan keberanian menjadi usaha. Dan usaha dengan kualitas dapat menembus pasar global. Bandung dan Mimpi Membawa Kompetensi ke Dunia Workshop Nasional Pagelaran Rias Nusantara, SPA & Barista 2026 sebelumnya digelar pada 13 Agustus 2026 di Gedung Creative Hub Bandung, sebelum berlanjut di BIP pada 15 Agustus. Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan keterampilan dan kewirausahaan masyarakat. Dari Bandung, para peserta tidak hanya diajak memandang profesi sebagai pekerjaan, tetapi sebagai peluang untuk membangun masa depan. Para MUA, therapist, beautypreneur, barista dan pelaku usaha kreatif didorong untuk terus meningkatkan kemampuan, memahami bisnis, membangun personal branding, memperkuat legalitas, serta membaca peluang pasar. Sebab, di era kompetisi global, talenta saja tidak cukup. Talenta harus dibarengi kompetensi dan keberanian untuk bergerak. Dan mungkin, itulah makna kemerdekaan yang paling relevan hari ini: bukan hanya bebas untuk bermimpi, tetapi memiliki kompetensi untuk mewujudkannya. Dari Bandung untuk Indonesia. Dari keterampilan menuju kemandirian. Dari Indonesia menuju dunia.***
Sumber Artikel berjudul "Bukan Sekadar Cantik: Pagelaran Rias Nusantara 2026 Ubah Keterampilan Perempuan Jadi Menuju Kemandirian", selengkapnya dengan link: https://aksarajabar.pikiran-rakyat.com/aksara-jabar/pr-9910397772/bukan-sekadar-cantik-pagelaran-rias-nusantara-2026-ubah-keterampilan-perempuan-jadi-menuju-kemandirian?page=all
Artikel
27 August 2026
•
Bukan Sekadar Cantik: Pagelaran Rias Nusantara 2026 Ubah Keterampilan Perempuan Jadi Menuju Kemandirian
Admin
Administrator
Tags:
Bagikan:
Mau Event Seru Tanpa Ribet?
Kami siap membantu merancang rundown games terbaik untuk tim Anda.
Konsultasi Gratis via WAArtikel Populer
LKP Karya Jelita Resmi Buka Program PKW 2025: Siapkan Wirausahawan Muda Mandiri di Bidang Kecantikan
05 March 2026
PKW 2025 LKP Karya Jelita: Sinergi Pemerintah dan Dunia Vokasi untuk Cetak Talenta Andal di Dunia Kecantikan, Bridal, MUA & Salon
05 March 2026